Monday, July 17, 2017

Pandanganku Mengenai Tujuan Hidup

Hai Pierre, apa kabar kamu hari waktu kamu baca tulisan ini? Kamu harus tau, aku bongkar-bongkar akun kamu, lihat blog yang udah kamu buat dan jumlahnya ternyata ga cuma satu atau dua saja. Lumayan banyak juga, ada yang kamu buat karena kamu pikir mengumpulkan link tips-tips softskill dalam satu blog bisa bikin kamu makin pinter karena sekalian belajar dan harapannya viewernya pun bakal jadi banyak. Ada juga yang kamu buat sebagai portofolio buat cari kerja, lalu setelah sadar tidak ada gunanya bikin blog buat orang lulusan jurusan teknik, lalu kamu gabungkan blog tersebut dengan hasil karya seni kamu. Ada juga yang kamu buat dengan ide ingin mempromosikan seni-seni Indonesia dan segala hal tentang Indonesia, Secinta itu loh kamu sama negara kamu :p  Kelihatan banget sih kamu itu sebagai orang yang punya banyak ide, tapi sunguh sangat disayangkan, kudis (kurang disiplin) dalam menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai. Yaudah lah, aku ngerti kok keadaannya, kesibukan memang bikin kita lupa yang udah kita lakukan dan apa yang harus tetap kita kembangkan. Terpaan semester yang sulit di kampus dan pengalaman-pengalaman baru yang ga pernah terpikirkan sebelumnya,  membuat kamu lupa blog itu harus dikembangkan dan berjalan terus.


Aku baru mulai liat-liat blog ku lagi setelah sekian lama dan aku menemukan artikel dengan pemikiran-pemikiran ku yang untungnya dengan niat aku tulis. Pemikiran yang bagus menurut ku, juga bisa menjadi gambaran apa yang harus kamu kerjakan kedepannya.

Karena aku hampir lupa dengan detail pemikiran tersebut dan hanya ingat bahwa aku ingin mengembangkan kesenian lokal di Indonesia. aku hampir lupa latar belakangnya, aku hampir lupa kenapa aku ga nyaman untuk melihat indahnya negeri lain, aku hampir lupa kenapa mengembangkan kesenian bisa membantu kesejahteraan masyarakat umumnya, dll. Tetapi, dengan membacanya kembali, aku jadi teringat detail dari pemikiran tersebut, aromanya, rasanya, keindahannya. Aku bisa tau rasanya menemukan kembali pemikiran yang pernah ku buat, rasanya mungkin seperti melihat Pensieve Dumbledore seperti yang ada di novel Harry Potter. Ini contoh pemikiran kita saat-saat terburuk kita sekitar bulan agustus 2015, kamu pasti tau begitu beratnya masa itu:




"Benar, banyak pengalaman besar yang gw rasain setelah beberapa lama ga nulis disini. Dan karena gw melihat betapa pentingnya gw mengikat detail-detail hal yang terjadi dalam hidup gw dalam sebuah tulisan, maka gw mau menulis pengalaman besar yang terjadi beberapa bulan terakhir. Blogging emang ngasih paradigma baru kepada pembacanya, tapi kalaupun ga ada yang baca, Pierre, TULISAN INI BUAT LU, BIAR LU TETEP INGET!!! Tapi buat pembaca yang lain, tenang aja, ini juga ada hubungannya dengan Indonesia dan keseniannya, meskipun dalam kerangka tujuan hidup gw.


Jadi, Semester 7 merupakan semester yang luar biasa buat gw. Ini adalah pertama kalinya gw jadi asisten di laboratorium, setelah bertahun-tahun terintimidasi karena Tuhan ijinkan gw masuk jurusan ini sebagai peringkat terbawah HAHAHA (Puji Tuhan untuk kesempatan itu), lebih lagi, dengan terlongkapnya teman-teman lain dengan nilai yang lebih tinggi namun ingin masuk jurusan ini juga (nah kalo ini, udah ga ngerti lagi deh ajaib banget Pekerjaan Tuhan.. ga logis banget)... Setelah berkelut sekian lama, nilai gw bisa diatas nilai minimal untuk mendapatkan Dean List tiap semester, dan ini membangkitkan percaya diri gw di semeter ini. Menjadi asisten laboratorium juga menjadi kesempatan yang baru, karena dengan begitu gw punya sesuatu yang lain untuk di tulis di CV perusahaan.



Semester ini juga menyenangkan, karena ternyata teman gw terpilih untuk  menjadi kepala departemen di organisasi keprofesian dalam kampus, dan gw diajak menjadi kepala divisi yang lumayan bergengsi, yaitu divisi field trip. Ini juga merupakan kesempatan yang bagus untuk memperbaiki CV gw yang awalnya berisinya hal-hal yang ga ada hubungannya ke jurusan, kayak lomba band atau seminar softskill yang emang wajib diikutin semua anak kampus. bener-bener pertimbangan yang lemah buat masuk ke perusahaan hahaha Tapi untung ada kesempatan baru buat berkontribusi di jurusan ini, seenggaknya bagian CV-nya bagus.



Perjalanan dalam mengurus fieldtrip ini juga bisa dibilang luar biasa ngebentuk gw jadi lebih baik. Fieldtrip pertama gagal karena masalah birokrasi dengan pihak kampus setelah rumit-rumit mencari perusahaan yang mau dikunjungi dan mengatur jadwal. Disini gw belajar sabar dan ajaibnya, setelah itu eksekusi fieldtrip pertama yang jalan adalah sebuah fieldtrip yang ditawarkan dengan bekerja sama dengan suatu perusahaan yang butuh tenaga mahasiswa di seminarnya. Alhasil, fieldtrip pertama berjalan dengan bonus menginap di hotel, makan ditanggung, liburan ke Ciater, dan acara pesta malam-malam. Sungguh diluar ekspektasi!! Fieldtrip kedua adalah yang berjalan sesuai rencana. Dengan bantuan teman-teman yang lain, dan persiapan yang matang, fieldtrip berjalan tepat waktu dan berjalan cukup lancar. Fieldtrip ketiga seharusnya adalah fieldtrip yang berhasil karena kesepakatan sudah terjadi. Namun yang terjadi adalah harga komoditas yang turun sehingga perusahaan tujuan  mengubah sepihak dan gagallah fieldtrip ini. Meskipun bgitu, karena ada kesepakatan, fieldtrip ini bisa berjalan di pengurusan berikutnya, semoga saja...



Dari segi lomba-lomba, gw ikut dua lomba yang menambah pengalaman gw. Gw mengikuti lomba semacam cerdas cermat untuk jurusan gw, smart competition. Gw membuat program yang bisa membantu gw menghafal banyak terminologi dengan lebih katam sehingga hasilnya lumayan. Juara dua. Sungguh menyenangkan membayangkannya, dimana usaha keras bisa terbayarkan dengan kemenangan. Berikutnya adalah lomba serupa namun dilaksanakan di Malaysia. Gw berjuang cukup keras untuk lomba ini. Tapi dalam hati gw, sebenernya menang atau kalah, gw tetep senang karena bisa liburan bareng teman-teman gw. Oke itu sebenarnya pembenaran, gw kalah hahaha. Tapi rasanya jalan-jalan dengan teman emang beda daripada dengan keluarga. Hematnya (nginep di hotel vs di bandara!!), gilanya (istirahat di hotel vs, main tiban-tibanan), maruknya (capek balik ke hotel vs kalo bisa jalan terus), kebersihannya (mandi sebelum jalan2 vs ga mandi 3 hari) semuanya lain!!  benar-benar nikmat yang ga pernah terbayangkan sebelumnya.



Muncullah Kesudahannya



Menurut gw pengaturan semester ini ga sehat. Semester yang ada di atas adalah semeter 7, yang berarti akan berakhir dengan masuknya semester 8. Semester 8 ini adalah semester dengan waktu kosong terpanjang selama gw kuliah. Bayangkan kuliah di hari Senin saja, dan saya cukup tertolong karena mengambil pelajaran tambahan diluar sks wajib pada hari rabu. Sesuatu terjadi di akhir semester 7 dan keadaan semester 8 benar-benar tidak suportif!



Akhir semester 7, terjadi sesuatu yang ga pernah juga terjadi sebelumnya.. Saat gw belajar, gw merasa pusing banget. Gw takut gw kenapa-kenapa! rasanya menarik napas pun sulit sekali! Gw jalan-jalan keliling rumah untuk merasa lebih baik. Teman yang lain bingung apa yang terjadi. Gw berbaring di kasur, tetapi gw tetap sesak. Pusingnya juga semakin parah. Gw akhirnya menyadari, gw sangat takut jika saat itu mati! mengerikan sekali membayangkan saat itu. Gw berpikir jangan-jangan gw punya asma, karena gw inget guru gw ada yg meninggal akibat asma dan tidak ada yang tau. Gw dilarikan oleh teman-teman gw ke UGD dan gw makin tersugesti bahwa gw asma. Gw juga takut saat itu gw stroke, dan itu menyebabkan bayangan gw yang aneh-aneh tentang yang akan terjadi. Gw sedih. Terlintas di pikiran gw dosa-dosa yang gw pernah lakukan. Rasanya benar-benar ga nyaman. Gw masih ngerasa untuk bernapas rasanya sesak sekali. Gw ngerasa ingin sekali saat ini lewat dan hidup dengan lebih baik jika ada kesempatan di kemudian hari.



Akhirnya kami sampai di rumah sakit. tempat tidur UGD penuh!! Gw pikir ini masalah baru yang gw harus hadapi. tapi dokter dan susternya tenang. Gw emang ga pernah punya sejarah asma, sehingga mereka tenang. kandungan oksigen di darah juga normal.



Setelah diperiksa, TERNYATA GW SAKIT MAAG!! Itu bikin gw diketawain sama orang-orang yang nganterin gw. Gw juga baru tau kalo maag bisa bikin sesak napas. Benar-benar lucu dan memalukan. Coba gw tau maag bisa bikin begitu, gw udah beli obat maag aja deh daripada ke UGD hahaha.



Tapi ga cuma disitu. Beberapa hari kemudian, kepala gw terasa pusing sekali, dan gw merasa seperti ga bisa ngebedain atas dan bawah. Semua terjadi saat gw berusaha untuk tidur. Gw mulai takut gw akan mengalami stroke. Setiap jalan gw pusing dan mual. Bahkan duduk dalam mobil bikin gw ngerasa mau muntah. Mengerikan sekali. Gw selalu berharap kapan hal kayak gini berakhir. Bikin capek. Gw bahkan bawa mobil ke mall nemenin mama belanja, tiba-tiba rasanya jalannya bergerak sendiri!!



Karena keluhannya banyak, nyokap gw bawa gw ke rumah sakit untuk ke dokter syaraf. Tetapi karena harus naik mobil, sampai di rumah sakit, gw merasa sangat pusing. Akhirnya gw masuk UGD lagi di rumah sakit berbeda. Dokter pun datang dan mendengar keluhan yang disampaikan oleh mama gw. Setelah mendengar keluhan tersebut, dan sejarah sebelumnya pernah masuk UGD, dokter mengetok lutut gw dan tiba-tiba lutut gw bergerak begitu kencang. Dokter bilang ini karena terlalu tegang otot lehernya.  Dia tanya tentang banyak minum kopi dan kurang istirahat, semuanya cocok hahaha. Dokter menyuntik leher gw yang sangat kaku, dan tiba-tiba mata gw lebih cerah. Gw pun merasa enakan. Setelah itu gw menjalani MRI, dan tidak ditemukan apapun di kepala gw. Gw senang dan tenang, tetapi gw bingung apa yang menyebabkan hal-hal ini terjadi.



Sugesti dan Serangan Panik



Awal semester 8 Gw harus pergi ke daerah untuk menjalani kerja praktek. Itupun diundur karena setelah dari rumah sakit, gw  masih merasa pusing, seperti vertigo.  tetapi karena mendesak dan gw sudah merasa enakan, gw akhirnya pergi ke tempat antah berantah yang ga pernah gw kunjungi sebelumnya, perbatasan Tuban dan Bojonegoro. Program yang gw canangkan disana adalah pergi, bertahan, hasut supaya bisa cepat pulang, pulang lalu ke dokter. Sejujurnya gw tidak terlalu khawatir dengan apa yang gw dapat disana, karena toh cuma satu sks, tapi gw takut karena gw ga tau harus kemana jika terjadi apa-apa disana. Setiap hari gw merasa ada yang salah di kepala gw. Gw ngerasa pegal di leher, dan gw coba meraba bagian leher yang tegang. Kadang pindah ke kepala kanan, kadang pindah ke kepala belakang, semuanya ga logis memang. Semakin dipikirin semakin pusing. Gw saat itu ga tau kalau itu semacam sugesti, dan kalau lu ngalamin hal ini, percayalah itu pun hanya sugesti, jika lu ngerasa sakitnya berpindah-pindah. Gw bahkan pijat seminggu sekali selama di Tuban untuk tetap rileks dan mudah-mudahan ga berasa sakit lagi. Tapi aneh, tukang pijatnya bilang otot-ototnya sudah tidak kaku, tetapi leher saya rasanya tetap ada yang aneh.



Akhirnya Gw pulang. Sekali lagi gw ke dokter syaraf itu dan dia kasih obat yang katanya mengurangi sisa-sisa pusingnya. Dia suntik leher gw lagi, tapi dia bilang itu cuma berefek sementara. Akhirnya gw pulang dan minum obat itu, yang sebenarnya adalah obat penenang. Gw balik ke Bandung dan berusaha untuk tetap memakai obat tersebut. Tetapi seperti yg gw bilang tadi, semester 8 ini gw kuliah hanya senin dan rabu, itupun dosennya belum tentu masuk. Ini membuat perasaaan tidak nyaman kambuh karena tidak ada kerjaan yang mendistraksi fokus gw. Gw ga tenang sendiri di kosan, karena itu bikin gw ngerasa ga ada yang jagain gw dan fokus pada rasa sakitnya. Bahkan gw sempat sangat takut sehingga gw naik motor ke rumah tulang (paman) gw sehingga gw ngerasa aman. Menurut gw sih, hal ini terjadi karena rasa takut masih menghantui gw. Gw teringat juga senior gw yang sedang belajar di kosan meninggal. Gw takut tentang pemain Laskar Pelangi yang meninggal di kosan sendiri. Saat itu rasanya seperti sangat real, padahal gw geli sendiri waktu menulis ini. Lucu, rasanya kayak orang yang ga percaya Tuhan.



Karena banyak pelajaran kosong, gw berniat menuntaskan hal-hal yang ga penting ini. Gw pulang tiap minggu buat ketemu berbagai dokter. Pertama ke dokter syaraf lain. Disana gw dibilang sedang stress. Tapi gw sendiri ga tau stress kenapa, orang pelajaran juga tinggal dikit. Minggu berikutnya gw brusaha ke dokter fisioterapi, dan memang menurut dokternya leher gw masih kaku banget dan dia suntik mungkin ada 8 titik.. Jangan dibayangkan hahaha kemudian di panaskan dan diberi getaran.. Sementara saja berlalu, tapi beberapa hari berikutnya kambuh kembali.



Untung gw punya orangtua yang baik, lalu gw diajak ke pskiater. Di pskiater, ternyata ini adalah yang disebut Serangan Panik, sebuah gangguan yang terjadi karena terlalu aware dan menurut yang gw cari diinternet, biasanya terjadi karena pikiran negatif, kemudian tubuh merespon dengan menjadi lebih awas, sehingga kita merasa ada yang aneh ditubuh kita, kemudian tubuh semakin awas dan tegang, berputar terus sampai merasa tenang kembali. Gw diterapi dan diberikan obat sehingga lebih tenang dalam menjalani hari-hari. Tetapi gw sangat sadar bahwa ada pertanyaan yang harus gw jawab dari kejadian ini. Sebagai orang kristen, rasa cemas adalah sesuatu yang dikatakan tidak boleh.



Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” .




Hikmah Dalam Masalah




Lucu memang mengetahui apa yang Tuhan ijinkan dalam hidup kita. Sayangnya, ada hal yang ga bisa diubah. Semester 8 tetaplah semester yang kosong dan banyak waktu yang dipakai untuk berpikir hal-hal yang abstrak, karena ga ada kerjaan sebenarnya.


Gw sangat menyadari bahwa hal ini hanya bersifat sementara, tapi gw sangat percaya cepat atau lambat, hal ini akan terjadi lagi pada saat gw PENSIUN. Lucu memang orang masih umur 22 tahun mikirin pensiun. Tetapi toh gw udah ngerasain ga enaknya pensiun itu, terlebih ketika ga ada kerjaan dan yang memang dibayangkan adalah kapan waktu hidup gw akan selesai. Mungkin paniknya akan lebih besar daripada yang terjadi sekarang. Gw ngerasain bener kalau semua hal-hal besar dan luar biasa yang gw lakukan di semester 7 bisa sirna tiba-tiba di semester 8. Ga ada bekasnya, percikan senangnya pun tidak kecuali di CV. Ya mungkin saat gw pensiun pengalaman, penghasilan, dan usaha gw akan jauh lebih besar daripada sekedar semester 7 gw, tapi jelas gw ga mau ngulangin kesia-siaan yang terjadi di semester 7 dengan kesia-siaan yang lebih besar di saat pensiun nanti. Maksud gw, gw mungkin punya usaha kesenian dimana-mana, bantuin masyarakat sekitar di pedalaman Indonesia, rumah gedongan, dll. Tapi di kasur pesakitan, gw ga akan mikirin itu. Gw akan mikirin dosa apa yang sudah gw perbuat, dan apakah gw layak masuk surga.



Disini gw mulai ngerasa harus ada yang diubah mulai dari sekarang hingga pensiun nanti. Gw ga mau ngerjain sesuatu buat tujuan yang akan gw tinggal di dunia. Gw bisa ngembangkan kesenian manapun dan bantu ekonomi daerah manapun sehingga Indonesia punya identitas yang kuat. Tapi hal itu ga ngebantu apapun ketika gw harus mengalami kenyataan bahwa gw harus pensiun, karena yang diingatkan adalah dosa gw dan gw pasti harus merasa menanggung itu, JIKA gw ga pernah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tapi karena gw telah sadar kesia-siaannya, gw berusaha tidak terjerumus pada kebiasaan-kebiasaan lama. Gw sadar semuanya akan ditinggal di dunia, mungkin kesenian, mungkin rumah, atau uang.



Lalu kalau gitu, apa yang harus gw lakukan? toh semuanya akan ditinggal di dunia kan. Kenapa ga sekalian aja bersenang-senang mumpung masih hidup? Tapi itu ga menjawab alasan kenapa gw harus tetap survive sampai kesudahannya! Gw semakin mencari-cari baik di internet maupun alkitab.



Tapi gw mulai sadar, bahwa sebenarnya gw udah mulai berubah. Gw ga pernah nyontek pas ujian di SMA karena gw sangat percaya nilai itu cuma angka. Alhasil ranking gw selalu merosot hingga ranking 10 besar kelas, tapi dari belakang! tapi toh gw bukan orang yang palsu dan apapun yang orang lihat adalah gw yang sebenarnya.Gw sangat percaya masa depan gw di tangan Tuhan dan gw cukup memberikan apa yang terbaik yang bisa gw berikan. Gw bahkan ga lip service saat wawancara masuk kedinasan, mau pilih mana, kedinasan itu atau kampus gw sekarang, meskipun gw belum tau nasib gw, gw bilang gw jujur mau masuk kampus gw sekarang. Gw juga berusaha masuk jurusan yg gw mau dengan sebaik-baiknya,meskipun ga layak secara nilai tapi entah kenapa gw tetap masuk.



Tapi begitu tekanan begitu besar di kuliah dan gw mulai sadar bahwa nilai di kuliah itu dipakai buat cari kerja, gw mulai membangun bangunan dari apa yang bersifat palsu. Gw mulai merasa apa yang gw lakukan di sekolah kedinasan itu adalah suatu kebodohan karena mempertaruhkan masa depan dengan kata-kata sepele, yang sebenarnya gw tinggal bilang gw mau masuk sana dan gw punya pegangan tempat kuliah jika ditolak di kampus gw sekarang, toh masa depan gw jg bakal terjamin disana. Akhirnya saat gw sangat kosong seperti di semester 8, kebiasaan gw terlalu mengikat sehingga gw ga punya effort lagi untuk belajar, karena toh tanpa belajar gw bisa dapet nilai bagus. Gw mulai membangun rumah di atas pasir. Gw juga mulai berusaha membangun masa depan dari CV-CV yang gw kumpulkan satu persatu. Gw mulai membangun di atas pasir! Dan bangunan yang dibangun diatas pasir, akan runtuh saat badai datang! Tiba-tiba harga komoditas turun dan perusahaan tidak buka lowongan. sia-sialah mengumpulkan cv hahaha... Ujian komprehensif, yang setara dengan UN di SMA pun tiba, dan berat sekali untuk mulai mengatur ritme kembali.



Gw mulai mengikuti ritme keadaan dan ga punya ritme sendiri yang disebut alkitab "lebih dari pemenang", yang percaya Tuhan di pihak saya apapun keadaanya. Gw mulai berusaha menentukan nasib gw sendiri sehingga menjadi khawatir dan sangat awas tentang kemungkinan gagal yang dapat terjadi.



Disini gw mulai sadar apa yang harus gw lakukan. Gw mulai menyimpang dari visi gw tentang Indonesia yang telah gw jabarkan sebelumnya. Karena mengandalkan diri sendiri, visi tersebut bukanlah hal yang besar lagi di mata gw. Gw mulai cari apa yang orang-orang cari, padahal gw udah menemukannya dari dulu. Sejauh ini Tuhan masih arahkan biar visi ini terjadi dan chancenya masih besar banget!! Kalau memang ini bukan yang Tuhan mau, pintunya pasti akan ditutup dan gw akan diantar ke visi dan tujuan lain yang lebih besar.Tapi visi ini belum mati. Mungkin Tuhan memang mau bantu masyarakat Indonesia lebih sejahtera, dan mungkin lewat gw. Tapi semua ga bisa dengan kekuatan sendiri. Dengan begitu, gw amemiliki sesuatu yang besar untuk dikerjakan dan gw akan tetap tenang karena bantuannya adalah kekal!! Mungkin ituah kenapa gw ga tenang saat berusaha dengan segala cara. Gw mulai merasa visi ini bukan arahnya dan tiba-tiba gw sendiri bingung arahnya yang mana hahaha. Gw sedang berusaha ngambil jalan ke kiri padahal lomba larinya ke kanan! perlombaannya jadi ga berarti lagi akhirnya.



Gw memang harus merevisi tentang sudut pandangnya, bahwa memang kesenian, rumah, dll bersifat sementara. Tapi gw percaya Injil ga bisa disebarkan dengan melalui kata-kata saja, dan Tuhan sendiri ada waktunya untuk memecah roti dan membagikan untuk orang yang kelaparan. Dan sebagai bagian tubuh Kristus, sudah menjadi bagian seseorang untuk menjadi kesaksian hidup bahwa Injil diberitakan dengan solusi masalah kesejahteraan, bukan cuma hal yang ngawang-ngawang. Lagian, dengan gw menjadi warga negara Indonesia, kebudayaan Indonesia sudah jadi warisan gw dan sudah banyak pendahulu yang mempertahankannya demi identitas dan kemerdekaan bersama. Jangan sampai seperti Esau yang  menganggap enteng hak anak sulung, mungkin disini seperti hak sebagai warga negara, untuk mewarisi budaya yang indah dan makanan yang enak-enak hahaha.. Dan memang itulah nilai tambah yang paling visible untuk ditawarkan orang-orang di daerah-daerah di Indonesia, yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan..



Masalah kalau visi ini ga sesuai itu urusan belakang, karena gw percaya Tuhan mengasihi gw dan pasti bersedia mengarahkan jalan gw. Apalagi visi itu pasti disesuain dengan keinginan kita dan kemampuan kita juga. Mungkin itu yang dibilang "kuk yang dipasang itu enak", karena gw akan lomba lari karena hobi lari, bukan disuruh lari meskipun hobi berenang. Gw memang ingin mengerjakan ini karena gw hobi makan, karena gw senang denger musik, dan gw mau orang lain bisa makan dari hobi gw ini.. Semoga kesampaian. Amin....




 YEEEYY akhirnya gw ketemu jawabannya!! sebenernya dengan nulis ini gw sedang berusah nyari jawaban yang bikin gw tenang ini dan lu semua jadi pembaca yang baik. terima kasih :D



Tetapi kalau dari lu pada ada yang merasa akan mengalami kesendirian dan mengingat dosa-dosa yang udah lu lakuin di saat terakhir, dan terintimidasi dengan hal itu, percayalah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka ada ketenangan yang melampaui segala akal disana! Mengapa hal ini benar? Karena Yesus datang sebagai Tuhan yang dilahirkan dari perawan, Ia tidak berdosa, dan karena Ia tidak berdosa, hanya Yesus yang mampu menyelamatkan manusia. Hal ini disaksikan dalam Injil yang ditulis oleh pengikut Yesus yang berbeda dan di tempat yang berbeda (Injil ditulis daam 4 kitab di Alkitab), namun kisahnya yang sama! Kebangkitan dan kenaikan disurga disaksikan dan orang-orang yang menyaksikan masih hidup ketika surat-surat di Alkitab ditulis. Bahkan kuasa mujizat itu masih nyata seperti yang ada di tv-tv. Orang buta melihat dan orang lumpuh berjalan. Hal ini hanya mungkin dilakukan oleh Tuhan yang sudah mengalahkan kematian. Apa yang membuat ragu?



Dan kalau lu ngerasa ga tenang karena bingung hrus ngapain ke depan, Percayalah Tuhan yang menyediakan, dan doakan visi apa yang harus kau raih.. Percaya saja visi itu enak buat lu dan dengan perasaan ringan lu bakal capai... Amin



Aku pun baru membaca lagi tulisan diatas hari ini, Pierre, 2017. Sungguh mengagumkan melihat bagaimana ditengah kesulitan kita, kita berharap pada Tuhan saja. Tapi akupun hari ini punya pemikiranku sendiri Pierre. Menurutku, sakit serangan panik itu dapat terjadi karena aku mulai candu dengan internet, dimana informasi-informasi hoax mengenai berbagai penyakit dapat simpang siur ada di internet,dan berbagai opini serta upaya penyebaran ideologi gencar dilakukan dari berbagai kaum. Selain itu, tak dapat dipungkiri, bahwa paham-paham radikalisme yang berkembang di timur tengah dan menyebar hingga ke negara-negara lain pun menyebabkan aku harus semakin haus dan lapar dalam memberi pertanggungan jawab atas iman, biar bagaimanapun kaum ekstrimis akan mengincar orang-orang seperti kita bukan? Hal ini cukup memberatkan memang. Tetapi satu kesalahan besar yang aku rasa telah terjadi adalah aku lupa bahwa dahulu aku tidak pernah percaya pada manusia, tidak pernah manut 100% pada pendapat orang, dan aku tidak pernah merasa ketakutan karena aku paham betul apa yang aku percaya. Aku punya pendapat sendiri, dimana hukum terbesar yang kupercaya adalah aku berhak melakukan apapun selama tidak mengambil hak orang lain. dan itu yang harus kamu ingat dengan seksama Pierre. Aku berpendapat bahwa ku bisa bangga dengan adat suku ku, tetapi aku percaya semua manusia sederajat dan pernikahan terbatas suku adalah hal yang nonsense. Aku suka mendengar analisis TED dan mencerna positif negatifnya dan membuka pemikiran baru yang lebih dari sekedar apa pendapat orang-orang sekitar. Sedangkan lihat bagaimana saat aku lulus aku mendengar banyak orang jatuh, shock, dan kehilangan pengharapan hanya karena harga suatu komoditas itu jatuh. Aku terbawa arus tersebut dan merasa semua usahaku sia-sia, padahal satu prinsip yang kupegang dari dahulu adalah usaha dalam Tuhan tidak akan sia-sia. Lihat bagaimana banyak pengajaran jaman sekarang yang menyebarkan paham yang semakin beragam dan aneh dimana kita harus senantiasa bertobat, jangan sampai Tuhan datang saat kita sedang berbuat salah, dan jika kita meninggal saat kita dalam keadaan sedang berbuat dosa, apakah ada di alkitab neraka adalah bagian kita? Bukankah jika kita hitung setiap hari kita selalu berbuat dosa, dimana di mata Tuhan tidak ada dosa besar ataupun kecil. Hal ini salah satu yang mungkin membuat kamu panik saat dulu, kamu lupa bahwa kematian adalah suatu hal yang sakral bagi seluruh umat manusia, terlepas agamanya, dan pasti telah dirancang Tuhan pada keadaan terbaik yang dapat Ia berikan. Sungguh menyedihkan bahwa pemikiran yang penuh ketakutan dan intimidasi tersebut datang dari lembaga gereja yang kupercaya dari sejak SMP/SMA. Mengerikan jika memikirkan bahwa aku harus setuju dengan semua yang diucapkan dan membela semua yang dilakukan orang yang kupercaya sebagai bukti loyalitas. Kamu tau kan kita bukan orang seperti itu. 

Itulah kenapa aku buat blog lagi, walaupun aku tak pernah tau apakah ini akan berhasil atau tidak, seperti blog-blog sebelumnya. Tapi kau tahu, aku suka kebebasan berpikir. Aku juga percaya Tuhan tidak akan marah jika aku punya opini yang agak berbeda, atau gabungan dari opini-opini yang ada di masyarakat. Kamu hanya perlu yakin bahwa kamu ingin melakukannya agar kamu bukan hanya jadi orang yang sekedar mengikut arus, Kamu hanya perlu yakin bahwa kamu ingin melakukannya for the sake of truth. Hanya itu dan tidak boleh bias akibat kepentinganmu. Selain itu juga, aku terkadang terkejut dengan bagaimana aku memandang dunia berdasarkan pengalaman-pengalaman yang ku jalani sepanjang hidup. Jadi Pierre, kembangkan blog ini, kuharap blog ini akan tetap menjadi inspirasi, maupun pengingat dalam keadaan sulit maupun susah. Atau sekurang-kurangnya, setidaknya, kau tahu apa yang dirasakan Dumbledore ketika Ia masuk ke dalam Pensievenya, aku yakin kamu akan seperti aku ketika membaca penggalan pemikiranku pada hari ini, sedikit tersenyum karena ternyata ada detail dari hidupmu yang sudah kamu lupakan, dan bersyukur, karena somehow, you'll have grown wiser by the time you read it again.

No comments:

Post a Comment